Khamis, 11 Disember 2014

observasi kelinci



Kelinci adalah salah satu hewan mamalia yang sangat mudah untuk berkembang biak. Bentuknya yang lucu dan menggemaskan membuat banyak kalangan menyukai hewan yang satu ini. Mencari kelinci tidaklah sulit, kita dapat menemukannya di petshop atau di tempat rekreasi. Kebanyakan tempat rekreasi seperti Kebun raya bogor, Taman marga satwa ragunan , dan Taman wisata matahari banyak di jumpai pedagang-pedagang yang menawarkan kelinci dari yang anakan sampai induknya. Kelinci-kelinci tersebut di jual dengan harga yang cukup terjangkau. Seperti di taman matahari dua ekor kelinci anakan dihargai 50 ribu rupiah, dan membayar ekstra 15 ribu rupiah untuk kandang berukuran besar. Di kebun raya bogor satu anakan kelinci dihargai 25 ribu rupiah tanpa kandang dan kita dapat membawanya dengan tempat yang sama seperti tempat peyeum.

(Ini adalah foto kelinci yang saya beli di taman wisata matahari beserta kandang besarnya.)
Kali ini saya tidak akan membahas lebih jauh tentang ras-ras kelinci atau kelinci-kelinci di tempat rekreasi, namun saya akan membahas bagaimana cara merawat kelinci yang baik. Berawal ketika pergi ke taman wisata matahari di cisarua bogor saya membeli dua ekor kelinci yang saya beri nama pedo dan oca. Alat transportasi yang saya  gunakan memiliki fasilitas AC. Karena saya takut kelinci itu kedinginan saya menutupinya dengan jaket yang saya gunakan. Sesampainya di rumah saya meletakan kandang kelinci itu di dalam rumah yang alasnya saya lapisi dengan koran. Setiap hari saya mengganti alas koran dan tak lupa membersihkan lantai dari sisa sisa buangan si pedo dan oca. Saya membuat sebuah playground untuk pedo dan oca yang terbuat dari kardus bekas yang dibuat memanjang. Setiap kali pulang sekolah saya menyempatkan diri untuk bermain dengan pedo dan oca. Makanan yang mereka konsumsi setiap hari adalah kangkung yang telah di diamkan kira-kira 12 jam dari waktu pembelian, tujuannya adalah untuk menghilangkan kadar air dalam kangkung. Konon kelinci akan cepat terkena penyakit jika memakan sayuran yang basah. Tak lupa juga wortel diberikan kepada pedo dan oca.

(Playground yang terbuat dari kardus. Dilapisi koran agar tidak kedinginan.)
Pedo dan oca telah bersama saya selama dua minggu. Ketika saya bangun di pagi hari dan membuka kandang mereka, oca telah terbaring dan matanya terbuka lebar, oca meninggal, dan saya bergegas untuk menguburnya. Keheranan mulai menerpa, apakah ada yang salah dari makanan yang saya berikan atau perawatan yang saya berikan belum maksimal. Singkat cerita pedo kini sendirian, karena tubuhnya yang semakin besar kami memutuskan untuk membuatkannya kandang yang lebih besar. Setiap harinya pedo dibiarkan bebas berkeliaran di dalam rumah, namun ketika malam tiba terpaksa ia kami masukan kedalam kandangnya. Kali ini pedo tidak harus menunggu 12 jam untuk memakan kanggungnya. Kangkung yang baru dibelipun kami langsung berikan kepadanya. Layaknya hewan peliharaan pada umumnya, tubuh pedo sering diusap, di gendong seperti bayi. Diapun tidak menolak ketika harus di gendong layaknya seorang bayi, dia hanya pasrah sambil memjamkan matanya.

 Pedo selalu dianggap memiliki jenis kelamin laki-laki, hingga suatu ketika ada seekor kelinci yang lebih besar dari ukuran pedo, karena terlalu sering bertandang kerumah, maka kelinci ini kami namakan bram. Bram menikahi pedo dengan cara binatangnya. Tak ada yang berbeda dari pedo selepas ia dinikahi bram, semua berjalan seperti biasa, namun pedo lebih berat dari hari-hari sebelumnya.
Ketika mama pulang dan ingin merebahkan badannya di kasur ia seperti menyentuh sesuatu, ternyata ada lima ekor bayi kelinci yang sangat mirip bayi tikus. Semua kebingungan namun kami mulai merawatnya. Setelah melahirkan pedo lebih ringan dan sedikit lebih galak. Di sekitar bayi kelinci ini banyak bulu-bulu pedo yang ternyata berfungsi sebagai penghangat bayi-bayinya. Setiap paginya pedo akan menyusui anak anaknya, sekitar pukul lima pagi, pedo akan mendekati anak-anaknya, merekapun memiliki insting dan mencari puting induknya.

(Ini dia anak-anak kelinci yang berumur sekitar dua minggu.)
 Tidak ukup hanya mendapat asupan susu dari pedo, sehari mereka mendapatkan tiga kali susu formula. Namun perlu diingat susu formula yang dapat digunakan tidak boleh yang ada pemanis buatannya, yang diberikan kepadan baby bunny ini adalah susu bubuk merek terkenal yang sachet, itu dapat memenuhi asupannya selama kurang lebih lima hari. Gunakan pipet untuk memberikan bayi-bayi ini minum susu. Mereka semua tumbuh dengan baik. Diputuskan Baby bunny ini di masukan satu kandang dengan induknya, dari kandang yang awalnya hanya untuk pedo, hingga kini kami membuatkan sebuah kandang permanent dari kayu dan kawat. Dan kini mereka semua hidup bersama damai aman sentosa di dalam kandang yang atapnya di lapisi plastik tebal untuk menahan air hujan.
Banyak orang yang membeli kelinci lalu dalam dua sampai tiga hari kelinci itu mati begitu saja. Dalam kurun waktu satu sampai dua minggu kelinci yang baru dibeli sedang melakukan proses adaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Maka sebisa mungkin kelinci-kelinci itu diberikan perawatan yang paling baik. lain halnya jika dari awal membeli kelinci itu sudah dalam keadaan sakit. Jadi dapat disimpulkan merawat kelinci bukan hanya tentang makanan yang baik, namun juga habitatnya harus bersih. Kebebasan kelinci juga harus diperhatikan. Layaknya manusia, kelinci juga dapat merasakan stres. Ketika mereka stres bisa menjadi sebab mereka sakit. Biarkan kelinci bermain bebas diluar kandangnya.
Dari cerita diatas dapat saya berikan sedikit list merawat kelinci.
1.    Kelinci tidak harus memakan makanan yang kering, seperti kangkung yang baru saja di petik, tidak apa-apa di berikan asal kangkung itu kebersihannya terjamin.
2.    Jangan takut memberikan kelinci makanan, beri saja makanan asallkan makanan itu bersih. Seperti nasi goreng, mie goreng, buah-buahan.
3.    Tempat tinggal kelinci haruslah selalu bersih, pemilik tidak boleh malas.
4.    Biarkan kelinci bergerak bebas, luangkanlah waktu untuk kelinci peliharaan keluar dari kandang jika kandang yang ia tempati tidak memadai untuk ia berlarian.
5.    Anak-anak kelinci yang baru lahir letakan di tempat yang hangat, letakan selimut diatas badan mereka.
6.    Jika ada banyak bulu induk di dekat mereka, jangan dihilangkan karena itu adalah sarana penghangat untuk baby bunny ini.
7.  Satu minggu pertama anak kelinci hanya diberikan susu formula sebanyak 0,5 ml , minggu selanjutnya boleh di tambahkan menjadi 1 ml.
8.    Pipet yang di gunakan harus selalu dicuci dengan air hangat atau panas sebelum digunakan.
9.    Tanda-tanda stres melanda kelinci adalah kelinci tidak nafsu makan.
10. Tanda-tanda dari kelinci sakit bisa dilihat dari telinganya yang tidak bisa mengangkat, hanya turun kebawah.
11. Jika kelinci kotor, bisa dimandikan namun jangan terlalu sering. Paling tidak dua minggu sekali.
12. Setelah dimandikan jangan lupa untuk mengeringkannya.
13. Jika ada pengering rambut akan lebih baik untuk mengeringkanya, jika tidak keringkan dibawah sinar matahari hangat. Ingat hangat bukan panas.
Observasi kali ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi dari pemeliharaan kelinci disekitar wilayah rumah. Bertujuan untuk memberikan sedikit pengetahuan yang penulis ketahui tentang tata cara merawat kelinci yang baik.dan mengetahui secara lanjut tentang hal-hal kecil yang belum diketahui banyak orang tentang kelinci.